GELAR INSPIRASI: MG PUSAT BAHAS KORUPSI DAN COVID-19

MATAGARUDA.org – Hari kedua gelaran Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Pengurus Mata Garuda (MG) Pusat mengadakan Gelar Inspirasi dengan dua sesi. Sesi pertama membahas tentang “Langkah Konkret Generasi Muda sebagai Agen Anti Korupsi Nasional” yang dibawakan oleh orang-orang dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan sesi kedua membahas tentang “Perspektif Penyintas dan Strategis Penanganan Covid-19 di Tingkat Kota” Oleh Bima Arya, Walikota Bogor. Kegiatan ini dillaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom dan live youtube MG Talks (Minggu, 13/12/2020).

Sesi pertama dalam gelar inspirasi ini, kesempatan pertama diberikan kepada Bapak Giri Sprapdiono selaku Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK. Pada kesempatan ini, peserta sangat antusias memberikan pertanyaan kepada narasumber. “Generasi muda itu harus peduli, bertindak dan berkolaborasi untuk melawan korupsi”, jawab narasumber merangkum pertanyaan peserta. Ada beberapa level yang harus dipahami pemuda yaitu paham, sikap, berprilaku, mendeklarasikan, dan mereplikasi, jelasnya lebih lanjut.

Orang itu diakui bukan karena materialistis jabatan yang dia pegang, tapi pemikiran dan legasi dia serta kebermanfaatan dia bagi orang lain-Bapak Giri Sprapdiono(Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK)

Dalam sesi yang sama, dua anak muda dari KPK, yaitu Zulfadhli Nasution (Dikyanmas KPK) dan Raisa Annisa (Litbang KPK) turut memberikan inspirasi dan informasi seputar pencegahan korupsi di Indonesia. Peran mereka di institusi KPK banyak melakukan pendidikan dan pencegahan korupsi di tengah masyarakat. “Kami sering mendapat ketidakpercayaan dari masyarakat ketika turun memberikan sosialisasi lantaran usia kami masih muda”, jelas mereka saat wawancara.

Pada kesempatan sesi kedua, hadir Bapak Bima Arya secara virtual yang akan banyak membicarakan tentang strategi penanganan Covid-19. Beliau mengatakan, “(hal) yang membuat saya berkontemplasi adalah bahwa covid ini bukan hanya masalah kesehatan tapi ini juga adalah ujian keimanan kita, ujian kebersamaan dan ujian kepemimpinan di semua level, banyak yang belum selesai pada wilayah keimanan sehingga menganggap covid ini teori konspirasi”.

Lebih lanjut, beliau juga kembali menegaskan bahwa Covid-19 harus dilihat dari dua sisi, yaitu secara religius dan intelektual. Untuk mencegah penularan Covid-19, kita semua bisa melakukan beberapa langkah, seperti “mengirim pesan kepada masyarakat kalau perang belum selesai, 3T-nya diperkuat, dan menambah kapasitas PCR”, jelas Walikota Bogor lebih lanjut.

Pada kesempatan berikutnya, turut hadir Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) Bapak Bambang Soesatyo untuk memberikan pembekalan tentang Pilar Kebangsaan Indonesia. Salah satu tantangan bangsa saat ini yang terus menggerus kesatuan Indonesia adalah “Globalisasi telah membawa nilai-nilai asing dan telah mengeser nilai-nilai kearifan lokal kita, adat dan sopan santun kita, tradisi budaya kita dan segenap nilai-nilai ke-Indonesiaan kita, oleh karena itu pada kesempatan ini saya mengajak kader Mata Garuda untuk menjawab berbagai tantangan dan ancaman kebangsaan tersebut dengan menyebarluaskan narasi-narasi kebangsaan dan membangun semangat nasionalisme”, jelas ketua MPR.

Bagian dari rangkaian hari kedua Rakernas ini adalah peluncuran program unggulan Mata Garuda Pusat dan Daerah serta Pelantikan. Salah satu program unggulan Mata Garuda Pusat adalah inkubasi bisnis sebagai bagian dari program kolaborasi, jelas Arif Wicaksono (Wakil Sekjen MG Pusat) dalam paparannya. Menjelang acara Rakernas berakhir, Pengurus Mata Garuda Pusat dilantik secara resmi oleh Bapak Direktur Utama LPDP: Bapak Rionald Silaban.

Kontributor: Aguswandi

Default image
editor
Articles: 12

One comment

Leave a Reply