Darlane Litaay: Berlian Papua yang Mendunia Melalui Tari

Darlane Litaay adalah salah satu awardee BPI LPDP yang berkesempatan untuk melanjutkan studinya di MFA in Dance, University of Hawaii, Manoa. Namun, karena situasi pandemi saat ini, ia harus mengurungkan rencana studinya hingga tahun 2021.

Darlane merupakan pemuda Indonesia asal Sorong, Papua Barat yang telah menunjukkan eksistensi dan kecintaannya terhadap dunia tari dan seni pertunjukan. Ia bahkan telah menorehkan namanya dalam berbagai pementasan seni internasional. Selain berkarya, ia juga dipercaya untuk mengajar di Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI), Papua.

Selama masa Covid-19, kesibukannya kini banyak beralih ke media daring. Ia sering ditunjuk untuk menjadi pembicara seminar yang bertemakan “performing art“, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Kesibukan lain yang Darlane lakukan saat ini adalah mengajar di ISBI via daring dan bersama para temannya ia juga aktif dalam pergerakan komunitas yang disebut “Action Community”.

“Action Community” adalah suatu wadah perkumpulan yang memiliki tujuan untuk memberikan ruang bagi para seniman di Jayapura dalam mengekspresikan jiwa seni mereka. Bersama komunitas ini, Darlane pernah menghelat suatu pertujukan seni yang dinamai “Pentas Bulan Purnama”.

Menari itu terbukti bisa menghidupi. Perkara orang tua bisa memberikan kehidupan dan masa depan anaknya, itu soal lain. Saya adalah salah satu orang yang berhasil menjungkirbalikkan stigma itu. Selain secara finansial tercukupi, bahkan berlebih, lewat tari ini saya juga banyak menemukan nilai-nilai kehidupan yang bisa dipelajari.

-Darlane Litaay

Dengan kecintaannya terhadap dunia seni pertunjukan, ia telah berhasil berkeliling beberapa negara seperti Jerman (Residenz Schouspiel Leipzig 2019), Viena (Odeon Theatre 2018), Australia (Specific Space Needs Specific Dance, at the Oz Asia Festival 2017), dan sebagainya.

Membaca kisah Darlane ini seolah menyadarkan kita bahwa kecintaan kita terhadap sesuatu akan berbanding lurus dengan apa yang bisa kita capai di masa depan. Mendedikasikan diri pada apa yang kita senangi tentu tidak selamanya memperoleh respons yang baik dari orang sekitar kita, terutama apabila hal yang kita cintai itu dipandang sebelah mata bagi kebanyakan orang. Namun, Darlane berhasil membuktikan bahwa dengan keseriusan dan kerja keras, apa yang dia cintai (tari) dapat menjadi sumber penghasilan dan kebanggaan baik bagi dirinya dan bahkan bagi negaranya, Indonesia.

Default image
editor

Leave a Reply